TABAGSEL.NEWS, Tapanuli Selatan — Budidaya ikan air tawar di Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mulai berkembang.
Tidak hanya memperluas usaha kolam, kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) setempat juga mulai membuka pasar dengan memasok hasil panen ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perkembangan itu ditopang usaha tiga kelompok pembudidaya, yakni Pokdakan Mulia Jaya, Berdikari Mandiri, dan Belajar Sukses Mandiri.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Tapsel menyerahkan 20 ribu benih ikan dan 120 sak pakan dengan berat sekitar 3,6 ton di desa tersebut, Sabtu (31/10/2026).
Penyerahan bantuan dirangkaikan dengan penebaran benih dan panen ikan mas di kolam air tenang.
Ketua Pokdakan Mulia Jaya, Amri Pulungan, mengatakan usaha budidaya yang mereka rintis sejak 2025 mulai memberikan hasil, meski sempat terdampak bencana banjir.
Dari bantuan 45 ribu benih ikan nila dan mas yang diterima tahun lalu, walaupun sebagian besar hilang atau hanyut akibat banjir tahun 2025, hasil panen pada periode Mei hingga Juli masih menghasilkan sekitar 3,4 ton. Ikan dijual dengan harga Rp28 ribu per kilogram.
Namun, usaha itu terus berjalan. Pada 2026, kelompoknya telah membukukan pendapatan kotor lebih dari Rp95 juta dari tiga kali panen. Sebagian hasil penjualan kembali diputar untuk memenuhi kebutuhan pakan.
“Kami juga sudah membuka pasar dengan mendistribusikan hasil produksi ikan kepada pihak SPPG atau dapur MBG,” ujar Amri.
Saat ini, terdapat 67 kolam di Sipange Siunjam. Sebanyak 25 ribu benih telah dipindahkan dan ditebar ke delapan kolam. Amri berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama bagi kelompok yang belum mendapatkan bantuan.
“Dari tiga Pokdakan yang ada, baru dua kelompok yang telah menerima dukungan. Pokdakan Belajar Sukses Mandiri belum mendapatkan dan diharapkan dalam waktu dekat dibantu juga,” harap Amri.
Menurut dia, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan bantuan benih dan pakan. Akses jalan menuju kawasan kolam, kelanjutan pembangunan irigasi, serta jembatan penghubung Desa Sipange Siunjam dengan Desa Sorik juga mendesak dibenahi.
Jembatan tersebut dibutuhkan untuk memperlancar distribusi ikan menuju Kecamatan Batang Angkola sekaligus memudahkan akses anak-anak menuju sekolah.
Bencana banjir sebelumnya juga mengubah kondisi pertanian warga. Sejumlah areal persawahan tertimbun material sehingga tidak lagi dapat ditanami dan kini dimanfaatkan menjadi kolam ikan.
“Kami juga mengusulkan pembangunan pipanisasi air bersih, karena jaringan yang ada lumpuh total, padahal sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama kaum ibu,” pintanya.
Amri, secara khusus mengucapkan terimakasih kepada mantan Bupati Tapsel Pak Syahrul Pasaribu, yang sejak Februari 2025 mendorong masyarakat Sipange Siunjam yang di Nopember 2024 mengalami bencana alam banjir dan longsor untuk bangkit.
“Dan dia membantu kami untuk mencetak kolam ikan sekaligus menyambut program Bupati terpilih dalam swasembada ikan dan alhamdulillah sudah terrealisasi sebanyak 67 kolam dan mendaulat Pak Syahrul Pembina tiga pokdakan di desa Sipange Siunjam,” ungkapnya.
Pembina KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, berharap pengembangan budidaya ikan melalui program Seribu Kolam dapat berjalan sukses. Program tersebut merupakan bagian dari perwujudan visi dan misi Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu.
Syahrul mengingatkan para pembudidaya agar terus mengevaluasi pengelolaan usaha dan menjaga kekompakan para anggota pokdakan. Menurut dia, keberhasilan program tidak boleh hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi harus ditopang keseriusan kelompok dalam mengembangkan usaha.
Mantan Bupati Tapsel dua periode itu juga mengingatkan keterbatasan fiskal daerah dan efisiensi yang berkelanjutan dari pemerintah yang untuk tahun 2027 terjadi pengurangan TKD (Transfer Keuangan Daerah) yang sangat signifikan ke Tapsel, membuat Pemkab harus cermat menentukan prioritas pembangunan serta para kelompok tani dan pokdakan (kelompok pembudi daya ikan) di Tapanuli Selatan harus bersungguh-sungguh melaksanakan program yang dicanangkan pemerintah.
“Yang saya lihat sangat sulit Pemkab Tapsel dapat membangun secara cepat karena kondisi fiskalnya yang semakin sempit. Namun, harus kita syukuri jajaran pimpinan Tapanuli Selatan tidak patah semangat menghadapinya. Kita doakan para pemimpin kita tersebut tetap semangat,” kata Syahrul.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Saiful AP Nasution, menjelaskan bantuan yang diserahkan terdiri atas 20 ribu benih ikan dan 120 sak pakan dengan total berat sekitar 3,6 ton.
Ia mengingatkan bantuan tidak dapat diberikan terus-menerus karena terikat ketentuan disamping keterbatasan keuangan daerah. Karena itu, keberhasilan budidaya sangat bergantung pada kemauan dan konsistensi kelompok dalam mengelola bantuan.
“Kita juga akan mempertimbangkan pengembangan pembuatan pakan ikan untuk menekan biaya produksi,” ujar Saiful.
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu diwakili Sekretaris Daerah Tapsel, Sofyan Adil Siregar, meminta penerima bantuan memanfaatkannya secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa bantuan tidak otomatis diberikan berulang kepada kelompok yang sama.
Sofyan juga meminta kelompok menjalankan ketentuan secara konsisten seperti tercantum dalam akta notaris, yakni menyisihkan 20 persen hasil produksi ke kas kelompok. Dana tersebut menjadi modal untuk membiayai kegiatan budidaya berikutnya.
Ia berharap usaha perikanan masyarakat berkembang hingga mencakup pembenihan, pembudidayaan, dan pengolahan hasil ikan.
Pemerintah daerah, kata dia, walaupun untuk tahun anggaran 2027 terjadi pengurangan pendapatan daerah yang sangat besar yaitu 400 milyar lebih, Pemkab akan tetap berupaya menjaga kesinambungan program dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk dengan upaya mendaratkan program pemerintah atasan yakni program pemerintah propinsi dan pemerintah pusat di Tapanuli Selatan khususnya yang berkaitan dengan bidang pertanian dan perikanan, ujar Sofyan.
Diakhir kegiatan dilakukan panen, yang hasilnya tergolong baik yaitu rata-rata tiga ekor per kilo gram.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Pertanian M.Taufik Batubara, Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi, Polsek Batang Angkola yang diwakili Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Sipange Siunjam, ketiga Pokdakan penerima bantuan, Pokdakan Berkah Paya Puri Sitampa Simatoras Batang Angkola dan tokoh masyarakat Sayurmatinggi. (r)

